Oleh : Dr. Ahmad Gimmy Prathama S.,M.Si dan Tim
1. Psikologi
Psikologi merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yakni Psyche dan Logos. Psyche berarti jiwa, sedangkan logos artinya ilmu. Arti harfiah dari psikologi adalah ilmu mengenai jiwa. Namun sebenarnya psikologi tidak mempelajari jiwa atau mental secara langsung, karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa atau mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya. Berdasarkan batasan inilah psikologi dapat didefinisikan sebagai berikut :
“Psikologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai tingkah laku dan proses-proses mental dalam diri manusia.”
Psikologi sebagai ilmu memiliki beberapa fungsi yakni :
1. Mendeskripsikan, artinya psikologi berfungsi untuk menggambarkan tingkah laku manusia di lingkungannya. Psikologi harus mampu memahami dan menjelaskan dasar tingkah laku tersebut terjadi.
2. Memprediksi, artinya psikologi berfungsi untuk memperkirakan tingkah laku yang akan muncul berdasarkan pengalaman.
3. Mengintervensi, artinya psikologi berfungsi sebagai ilmu yang mampu memanipulasi lingkungan dalam rangka mengubah tingkah laku manusia sehingga mencapai well-being.
Selain itu dalam mempelajari, memahami dan menerapkan ilmu psikologi, diperlukan suatu keterampilan seseorang untuk mengenali, mempersepsi dan merasakan perasaan orang lain. Hal ini dikenal dengan istilah empati. Empati sangat diperlukan dalam ilmu psikologi karena membantu memahami orang lain. Karena pikiran, kepercayaan dan keinginan seseorang berhubungan dengan perasaannya. Seseorang yang berempati akan mampu mengetahui pikiran dan mood orang lain.
1. Hakikat Manusia
Manusia pada dasarnya tidak mampu berdiri sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang berperilaku karena dipengaruhi oleh stimulus dari lingkungan. Namun manusia juga dapat berperilaku sebagai agent pengubah lingkungan. Lingkungan butuh manusia, dan manusia butuh lingkungan. Artinya, hubungan manusia dan lingkungan adalah hubungan timbal balik.
Manusia dipahami melalui tingkah lakunya, baik tingkah laku yang terlihat dan yang tidak terlihat. Tingkah laku yang dapat diamati (observable) adalah seperti seseorang tersenyum, tertawa, atau menangis. Sedang tingkah laku yang tidak terlihat adalah proses-proses mental seperti persepsi, atensi, dan sebagainya.
Manusia terdiri dari jiwa dan tubuh. Kedua hal ini saling berhubungan secara interaksional yang mempengaruhi untuk bertingkah laku. Manusia dibedakan dari hewan karena manusia memiliki akal untuk berfikir. Dengan memiliki akal, manusia dapat belajar dari lingkungan. Pengalaman belajar di lingkungan inilah yang membuat manusia menyadari keberadaan dirinya, namun menyadari juga keberadaan yang lain, yaitu keberadaan di luar dirinya.
Manusia selain dapat menyesuaikan dirinya dengan dunia, ia juga dapat mengubah dunia untuk kepentingannya. Artinya manusia dapat menjadi objek dari lingkungan maupun menjadi agent perubahan.
1. Pendekatan Psikologi
Dalam memahami pendekatan psikologi dikaitkan dengan studi dengan kepribadian maka perlu kita ketahui bahwa persamaan dari setiap pendekatan psikologi ketika membahas kepribadian manusia adalah seluruh pendekatan melihat perilaku manusia berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungannya dalam rangka mencapai well-being. Pendekatan besar dalam psikologi dapat dikelompokkan dalam 3 pendekatan yakni, pendekatan psikoanalisa, behaviorisme dan humanistik. Beberapa perbedaan asumsi dari ketiga pendekatan sebagai berikut :
1. Pendekatan psikoanalisa
Psikoanalisa memandang bahwa manusia bertingkah laku didasari oleh alam bawah sadar (unconsciousness) seperti keinginan, impuls dan dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
2. Pendekatan behaviorisme
Pendekatan behaviorisme memandang manusia berperilaku didasarkan pada interaksi manusia faktor lingkungan, dalam hal ini manusia merespon stimulus dari lingkungan. Secara sederhana digambarkan dalam S-R (Stimulus-Respon). Behaviorisme juga menekankan faktor belajar dan manipulasi lingkungan (reward dan punishment).
3. Pendekatan humanistik
Pendekatan humanistik muncul sebagai reaksi dari aliran psikoanalisa dan behavioristik. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Pendekatan humanistik ini berakal dari pendekatan eksistensialisme.
Humanistik memandang bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki potensi luar biasa dalam dirinya dan perilaku manusia dapat dikembangkan sehingga manusia mengoptimalisasi potensi yang ia miliki, dalam istilah humanistik dikatakan sebagai aktualisasi diri. Menurut humanistik :
• Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen, artinya manusia dipandang sebagai kesatuan.
• Setiap manusia merupakan pribadi yang unik.
• Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan dirinya dalam konteks orang lain.
• Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab.
• Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai, dan kreatifitas.
II
KEPRIBADIAN
Oleh : Dr. Ahmad Gimmy Prathama S.,M.Si dan Tim
1. The Big 5 trait factors and illustrative scales:
• Neurotism (N)
• Ekstraversion (E)
• Opennes (O) Terdapat di 16 PF
• Agreableness (A)
• Contenciousness (C)
N tinggi : cemas, mudah mengeluh (secara fisik)
N rendah : tenang
• Digunakan untuk membuat arah konsep kepribadian karena penggunaannya sendiri belum bisa di Indonesia.
1. Tema-tema dalam teori kepribadian (GC Boeree)
1. Conciousness & Unconsiousness
2. Stages
3. Temperament
4. Learning
5. Emotions
6. Motivation
7. Neurosis
8. Coping Strategies
9. Therapy
10. Balance
11. Concious & Unconciousness
• Biological : id, collective conscious, temperament, stages, throwness, complexes.
• Unconcious: cara bicara, collective unconscious: ada di masyarakat seperti tabu, pamali
• Complexes: Kecenderungan untuk tidak berbagi dan orang lain termasuk untuk punya pasangan.
• Social Unconciousness: Lingkungan social tertentu yang menjadi dunia kita (hanya itu, tidak ada dunia yang lain lagi). Jadi terjatuh pada wadah/social lingkungan tertentu (fallness), condition of worth.
• Personal Unconciousness: habits, defense mechanism.
• Concious, awareness, free will, self determination: subjektif.
1. Stages
• Fetus, child, adult Pencapaian setiap tahap
• Transitional stages infancy, adolescence, senescene (masa terahir dimana orang harus beradaptasi terhadap deteriorasi)
• Biological development, ego development, social development.
• Temperament, personality character.
1. Temperament
• Emotional stability
• Ekstraverion-introversion Big 5 Trait Factor
• Consenciousness (ketekunan) Big 5 Trait Factor
• Agreableness (ikut aja) Big 5 Trait Factor
• Openness Big 5 Trait Factor
• Psychostism (jaga jarak/terpisah)
• Activity
• impulsivity
1. Learning
• Environmental, social, verbal (makin dewasa jumlah kata makin bertambah)
• Conditioning; latent learning (belajar yang tidak disadari seperti menyetir) differentiate
• Reward-punishment
• Vicarious learning, imitation, modeling
• Words (bahasa yang dipelajari) bahasa kekerasan, penghinaan.
1. Emotions
• Pain & pleasure
• Anxiety
• Fear
• Guilty
• Shame, regret
• Sadness, grief
• Anger, aggression, hostility
• Emotional tone / mood
1. Motivation
• Biological (Instinct)
• Social – positive regard
• Personal motivation – personal style
• Competence motivation – striving for perception
• Altruistic motivation – social
• Actualization
1. Neurosis
• Incongruence: Pengalaman masa kecil
• Low self esteem
• Poor self esteem
• Inferiority complex
• Denial (paling primitive), repression, distortion, rationalization
• Alienation (lebih parah), inauthentic (humanistic: meniadakan dirinya sehingga tidak menjadi authentic): menarik diri
• Themes (kita bisa menentukan tema seseorang setelah mendapat data yang komprehensif: dorongan seperti apa, motivasi seperti apa), neurotic needs (kompulsif, keinginan/harapan yang tidak pernah tercapai), maladaptive habits.
1. Coping Strategies
• Dependent style and aggressive style, emotional focus and problem.
• Oral passive, getting or learning, compliant and receptive
• Oral aggressive, rulling or dominant, and explanative.
• Perfectionis style
• Schizoid style: menjauh
• Infantile style: harus selalu ada
1. Therapy
• Self awareness, makin unconscious-conscious
• Conscious higher motivation
• Caring dialogue, support, autonomy
• drugs
1. Balance
• Anima-animus
• Ego-unconscious
• Androgenus
• Life-death
• Individuality – community
• Egoism – altruism
• Will – love
• Autonomy – homonymy (keakuan dan kekitaan)
KESIMPULAN
Learning
(Family) media, etc
(c) (b) Peers (c)
(c) (a) (c)
Temperament Instinct health, etc
Psychology
Keterangan:
a & b : kompleksitas nature & nurture
c : accidental influence
d : pilihan/free will/choices
1. Sebaiknya dalam laporan psikologi tercantum:
2. Cognitive system : perceive, stores, process, and retrieve information
3. Affective system : can modify perception and thought before and after they are proceed cognitively
4. Regulatory system : directs and managed input and output functioning
5. Behavioral system : overt action of organism (output of individuals)
III
FUNGSI – FUNGSI PSIKOLOGI
Oleh : Dr. Willis Srisayekti dan Tim
Fungsi-fungsi Psikologis terdiri dari: Sensasi, Atensi, Persepsi, Memori, Belajar (thinking) & Kognisi.
1. Sensasi terjadi akibat proses yang berkaitan dengan organ seperti telinga dan mata, dan mungkin ditimbulkan oleh stimulus sederhana (cahaya merah, misalnya). Indra tersebut mencakup penglihatan ( visual), pendengaran (auditorius), penciuman (olfaktorius), pengecapan (gustasi), dan indra kulit (termasuk tekanan, temperatur dan nyeri), serta indra tubuh (termasuk orientasi dan pergerakan tubuh).
2. Atensi adalah proses seleksi dari pikiran untuk memusatkan perhatian pada satu objek dan mengabaikan yang lain. Kesadaran juga mencakup persepsi dan pemikiran yang secara samar-samar disadari oleh individu hingga akhirnya perhatian terpusat. Fungsi dari atensi adalah untuk mengatasi kemampuan mental kita yang terbatas. Dalam merespon stimuli dari luar (sensasi) maupun dari dalam (berpikir & memori) sehingga kita dapat memfokuskan pikiran pada hal-hal yang menarik bagi diri.
3. Persepsi adalah bagaimana kita mengintegrasikan sensasi kedalam percepts objek, dan bagaimana kita selanjutnya menggunakan persepsi itu untuk mengenali dunia (persepsi adalah hasil proses perseptual). Dua fungsi utama proses presepsi:
1. Lokalisasi (menentukan dimana letak suatu objek)
2. Pengenalan (menentukan apa objek tersebut)
Kedua fungsi utama ini dilaksanakan di dua tempat yang berbeda.
1. Memori adalah suatu proses memasukkan pesan kedalam ingatan, menyimpan dan mengingat kembali.
Ada dua jenis memori:
1. Memori jangka pendek Berfungsi sebagai stasiun perhentian bagi memori permanen, dimana informasi mungkin tinggal didalam memori jangka pendek sementara disandikan ke memori jangka panjang. Informasi dalam memori jangka pendek cenderung disandikan ke dalam sandi akustik, meskipun dapat juga disandikan kedalam sandi visual.
2. Memori jangka panjang informasi dalam memori jangka panjang biasanya disandikan menurut maknanya. Semakin luas seseorang menguraikan makna, semakin baik memorinya.
2. Belajar merupakan dasar untukmemahami perilaku. Belajar berkaitan dengan masalah fundamental tentang perkembangan emosi, motivasi, perilaku sosial dan kepribadian. Proses belajar didefinisikan sebagai perubahan yang relatif permanen pada perilaku yang terjadi akibat latihan.
3. Kognitif adalah proses bagaimana seseorang berpikir. Psikologi Kognitif adalah ilmu yang mempelajari bagaimana persepsi seseorang baleajar, mengingat, dan berpikir tentang informasi. Kognitif = kognitif psikologis yang menitikberatkan pada proses berfikir yang meliputi proses sensasi, atensi, persepsi dan memori, belajar & problem solving.
IV
PENDEKATAN PSIKOLOGI SOSIAL
Oleh : Prof.Dr.Tb.Zulkrizka Iskandar, M.Sc dan Tim
• Ialah suatu ilmu yang mempelajari pemahaman mengenai bagaimana manusia berfikir mengenai sesuatu (kogniritf), merasa tentang sesuatu (afektif), berhubungan dan salaing mempengaruhi satu sama lain.
• Pendekatan ini membahas mengenai individu, interaksi antar individu, interaksi individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok.
• Hubungan psikologi sosial dengan ilmu lainnya:
Psikologi sosial adalah bagian dari ilmu sosiologi dan antropologi
• Proses perilaku:
• Perluasan psikologi sosial:
o Daya situasi: Pengaruh budaya dan konteks. Situasi yang tidak baik kadang mempengaruhi manusia unruk berbuat tidak baik. Contoh: konflik.
o Daya dari seseorang : kepemimpinan, perilaku politik, perilaku ekonomi, dsb.
o Pentingnya kognisi : manusia bereaksi berbeda-beda karena berpikir berbeda-beda.
o Aplikasi prinsip psikologi social: perilaku kesehatan, olahraga, militer, lingkungan organisasi, komunitas, criminal, pendidikan, perbedaan etnis dan identitas, politik, ekonomi.
• Tingkatan analisa:
o Individu
o Kelompok
Bagaimana atmosfer kelompok terjadi akibat tingkah laku individu
o Institusi
Bagaimana budaya organisasinya, mengapa perilaku tentara dan sipil berbeda-beda.
• Tingkatan penelitian
1. Eksploratrif
Fenomena dimana belum ada / belum jelas variabelnya, sehingga pada tingkatan penelitian ini belum ada teori.
2. Deskriptif
Mendeskripsikan pengaruh antara 1 variabel dengan variable lainnya, sehingga pada tingkatan penelitian ini sudah ada teori.
3. Theory testing
Menguji teori untuk suatu fenomena tertentu.
• Monitoring perubahan :
1. Longitudinal design
2. Cross sectional design
3. Sequential design
• Perilaku data : Kuantitatif dan kualitatif
• Tipe data yang diperoleh melalui assessment:
o Interpersonal
motivasi, emosi, kecerdasan
o Interindividual
Jaringan pertemanan, pola komunikasi, interaksi.
o Sosietal
Hierarki kelembagaan, sistem ideologi.
• Tingkatan pengukuran
1. Kategorikal/nominal (laki-laki/perempuan)
2. Ordinal (tingkatan)
3. Interval (rentang)
4. Rasio
• Teknik perolehan data
o Observasi
o Interview
o Angket/kuesioner
o Psikophysiologis : Aktivitas otot, jantung, tekanan darah, gerakan mata
o Tes psikometri : Projective test, objective test, self report, dan sebagainya.
o Focus group
o Ethnology
• Pengertian intervensi social
1. Social intervension emphasize the activity, purposeful, and planned participation of both clients and social psychological in all phases of the social intervention process.
2. Activity which are initiated in rersponse to specific problem conditions or to prevent problems.
3. Activities are based on a strategy especially designed to achieve a specified goal to cope with, eliminate, or prevent the particular problems.
• Pola Pikir penelitian dalam intervensi
• Objek intervensi dalam psikologi social
o Individu
Motivation, learning, personality, emotion, perception, Attitude change, communication, behavioral changes
o Group
Leadership, decision making, communication, group process, behavioral change, moral, adaptability, productivity, personal adjustment.
o Organisation
Leadership, job satisfaction, decision making, work design, work stress, behavioral changes, attitude changes, communication group process, group decision making, intergroup, organization process, morale, cohesiveness, adaptability.
o Masyarakat
Pembinaan territorial, interaksi komunikasi, community development.
• Langkah dalam interaksi social
• Intervention
o Training
o Organization Development
o Participation research action
o Propaganda dan persuasi
o Psy-war (mencari kelemahan untuk menjatuhkan orang)
o Counceling
o Advocacy
o Group dynamic
o Negotiator
V
PENDEKATAN PSIKOLOGI KLINIS ANAK / PERKEMBANGAN
Oleh : Prof.Dr.Juke Roosjati Siregar,M.Pd dan Tim
• Penelitian dalam psikologi perkembangan menggunakan metoda cross sectional/longitudinal.
• Penelitian dasar hanya untuk perkembangan ilmu bukan pemecahan masalah metoda kuasi/kualitatif
• Tiga dasar perkembangan:
o Biologis
o Kognitif 3 dasar untuk melihat perubahan tingkah laku manusia
o Sosioemosional
Perbedaan perilaku orang ke orang lain karena adanya aksi dan reaksi didalam setiap individu.
Dalam teori belajar, reaktif lebih dilihat dibanding proaktif.
• Life Span Development ( childhood adolasence Adult)
o Perubahan dapat terjadi secara interindividual
Nilai, moral, kognisi, (fungsi-fungsi psikologi), walaupun perubahan ini ada pengaruh dari lingkungan.
o Perkembangan itu proses, harus dapat dijelaskan dan dioptimalisasi
• Teori berpikir dan perkembangan membahas:
1. 3 macam hukum perkembangan Vygotsky
1. Psikis : Perkembangan diatur pada waktunya. 1 tahun hidup bayi berbeda dengan 1 tahun hidup remaja.
2. Continous : perubahan yang kuantitatif
3. Discontinous : perubahan yang kualitatif
Pada masa bayi perkembangan sangat cepat. Pada remaja perkembangan sudah satabil, hanya tinggal emosi, hormone, dan konsep diri. Pada masa tua perubahan menjadi cepat: dari yang mampu menjadi tidak mampu.
2. Hukum dari ketidakaturan pada perkembangan anak:
1. Fisik : motorik kasar dan halus
2. Bahasa
3. Emosi
4. Sosial
5. Kognitif
Dikatakan ketidakaturan karena pada periode anak pencapaian ini berbeda-beda.
1. Ecological Psychologist: Brener
Perkembangan dilihat dari system yang mengelilinginya.
• Sistem mikro : rumah, kelas langsung berhadapan
• Sistem meso : intervensi yang terjadi antara system mikro
Contoh: rapat orangtua murid dengan guru tidak melibatkan anak secara langsung.
• Sistem exo : intervensi dimana anak tidak dilibatkan secara langsung tetapi berpengaruh terhadap anak
Contoh: pekerjaan orangtua
• Sistem makro : pengaruh kebudayaan
Contoh : ideology.
VI
Memahami kepribadian manusia
melalui observasi & interview individu& kelompok
Oleh : Dr. Willis Srisayekti dan Tim
1. OBSERVASI
2. Definisi observasi : Kegiatan memperhatikan seseorang atau sesuatu, mengikutinya dengan mata, yang dilakukan secara sadar dengan seksama dalam kurun waktu tertentu (Wahrig, 1978, Drosdowski, 1989)
3. Jenis observasi :
1. Observasi sebagai proses untuk mendapatkan informasi
2. Observasi berdasarkan keterlibatan pelaku observasi dalam proses mendapatkan informasi
3. Observasi berdasarkan objek yang diobservasi.
4. Pelaksanaan observasi :
1. Penentuan objek observasi
2. Kegiatan memperoleh data observasi
3. Pencatatan data observasi
4. Pemaknaan dan Pengambilan kesimpulan data Observasi
5. Perilaku non verbal :
1. Aktivitas vokal atau cara bicara seperti intonasi, tempo, volume, warna suara, modulasi
2. Penampilan fisik seperti pemeliharaan kebersihan dan kesehatan tubuh, serta cara berpakaian
3. Rabaan (touch)
4. Jarak interpersonal
5. Manipulasi diri dan manipulasi objek
6. Perubahan tingkah laku dalam ruang dan waktu
7. Mimik, gestikulasi,dan sikap tubuh
6. WAWANCARA
1. Definisi wawancara : Suatu proses relasi komunikasi yang sifatnya diadik yang meliputi tanya jawab dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya untuk saling mengubah tingkah laku
2. Jenis wawancara :
1. Interviu sikap bebas
2. Percakapan konseling
3. Anamnesa / semi directive
4. Interviu terstruktur /directive
3. Tekhnik wawancara :
1. Probing / Clarifying
2. Paraphrasing /Reflecting/ Orrdering
3. Summarizing
VII
TES INTELEGENSI
Oleh : Dr. Hj. Hendriati Agustiani, M.Si dan Tim
1. David Perkins
David Perkins berpendapat bahwa intelegensi memiliki tiga komponen atau dimensi, yaitu;
1. Neural Intelligence, yang mengacu kepada efisisensi dan ketelitian dari sistem neurologi seseorang.
2. Experiential Intelligence, yang mengacu kepada akumulasi pengetahuan dan pengalaman seseorang di area-area yang berbeda. Hal ini dapat dianggap sebagai akumulasi dari keahlian-keahlian seseorang.
3. Reflective Intelligence, mengacu kepada strategi broad-based seseorang untuk menghadapi masalah, untuk belajar, dan untuk menghadapi tugas-tugas intelektual yang menantang. Hal ini meliputi sikap-sikap yang mendukung untuk bertahan, sistemasi, dan imajinasi. Hal ini juga meliputi self-monitoring dan self-management.
1. Howard Gardner
Howard Gardner mengidentifikasikan 8 komponen intelegensi yaitu :
1. Intelligence
2. Bodily- kinesthethic
3. Interpersonal
4. Intrapersonal
5. Linguistic
6. Logical – mathematical
7. Musical
8. Naturalistic
9. Spatial
1. Sternberg
Sternberg menyatakan bahwa intelegensi terdiri dari tiga kemampuan yang terpisah walaupun saling berhubungan, yaitu:
1. Analytical Intelligence
2. Creative Intelligence
3. Practical Intelligence
Pengertian intelegensi oleh beberapa tokoh:
1. Terman :
Ability to carry on “abstract thinking”
1. Clararde dan Stern
2. K. Buhler
3. Binet
A collection of faculties: judgment, reasoning, memory, the power of abstraction, practical sense, initiative, the ability to adapt oneself to circumstances
4. Wechsler
The aggregate or global capacity of the individual to act purposefully, to think rationally and to deal effectively with his environment
5. Piaget
An extension of biological adaptation, consisting of the processes of assimilation and of accommodation
6. Gardner
A biopsychological potential to process information that can be activated in a cultural setting to solve problems or create products that are of value in a culture
7. Stenberg
Successful intelligence is defined as that set of mental abilities used to achieve one’s goals in life, given a social-cultural context, through adaptation to, selection of, and shaping of environments
VIII
TES WB
Oleh : Dr. Hj. Hendriati Agustiani, M.Si
WECHSLER : Terambil dari nama pengarang dan pencipta alat ukurnya,
yakni : DAVID WECHSLER (seorang Psikolog Klinis)
BELLEVUE : terambil dari nama Rumah Sakit Jiwa di kota New York – USA (The BELLEVUE Psychiatric Hospital) tempat di mana Wechsler bekerja
TUJUAN WECHSLER :
• Meng-konstruksi suatu Tes Inteligensi umum, khususnya untuk orang dewasa (waktu itu, masih sangat langka)
• Baru di kemudian hari, di-konstruksi-kan pula alat ukur untuk Anak, seperti WISC & WPPSI
SECARA KRONOLOGIS :
No. NAMA ALAT TES : TAHUN TERBIT :
1. WB – I ( WBIS = WECHSLER-BELLEVUE
INTELLIGENCE SCALE ) 1939
2. WB – II ( = Bentuk Tes paralel dari Tes WB – I ) 1946
3. WISC ( WECHSLER INTELLIGENCE SCALE for CHILDREN )
[ Mirip dengan WB – II, namun disesuaikan untuk Anak ] 1949
4. WAIS ( WECHSLER ADULT INTELLIGENCE SCALE )
[ Bentuk revisi dari WB – I ] 1955
5. WISC – R ( Merupakan revisi dari WISC ( 1949 ) 1974
DEFINISI WECHSLER tentang INTELIGENSI :
Intelligence, is the aggregate or global capacity of the individual, to act purposefully, to think rationally, and to deal effectively with his environment.
Yang berarti:
Inteligensi merupakan suatu aggregat atau kapasitas global dari individu, untuk bertindak secara terarah, untuk berpikir secara rasional, dan untuk berhubungan secara efektif dengan lingkungannya.
Jadi, apabila Wechsler percaya bahwa intelligensi itu terutama men-turut serta-kan kemampuan dalam mengamati relasi-relasi logis (logical relations) dan penggunaan simbol-simbol (to use symbols), oleh karena itu ia memanfaat-kan tes-tes yang akan mengukur : –► kemampuan verbal, arithmatika, dan secara umum daya nalar abstrak (abstract reasoning)
Mengingat tes Wechsler, mengukur 3 (tiga) hal sekaligus, yakni :
1). kemampuan inteligensi (taraf, aspek-aspek intelektual (bakat),
2). aspek kepribadian dan
3). kondisi psikopathologi,
Bentuk-bentuk Tes yang akhirnya menjadi pilihan, adalah:
• An Information Test
• A General Comprehension Test
• A Combined Memory Span Test for Digits (Forwards and Backwards)
• A Similarities Test
• An Arithmetical Reasoning Test
• A Picture Arrangement Test
• A Picture Completion Test
• A Block Design Test
• An Object Assembly Tes
• A Digit Symbol Test
Alternate—A Vocabulary Test
TUJUAN DARI TES WECHSLER :
• Menggambarkan Taraf Kecerdasan: Aktual dan Potensial
• Profile aspek Kecerdasan
• Efisiensi Kecerdasan yang dipengaruhi oleh Kepribadian dan Psikopathologi
MATERI TES, TERDIRI DARI BENTUK :
- VERBAL , yang terdiri dari (sub-tests)
:
• INFORMATION
• COMPREHENSION
• DIGIT SPAN *
• ARITHMETIC *
• SIMILARITIES
• ( VOCABULARY )
Mengukur kemampuan :
• Teoretis-verbal
• ” know – ing “
- PERFORMANCE , yang terdiri dari ( sub-tests ) :
• PICTURE ARRANGEMENT
• PICTURE COMPLETION
• BLOCK DESIGN
• OBJECT ASSEMBLY
• DIGIT SYMBOL
Mengukur kemampuan :
• Praktis – konkrit
• ” do – ing “
PENJELASAN PERIHAL SETIAP SUB-TEST
1. INFORMATION
Mengukur :
• Luasnya pengetahuan umum seseorang
• Wawasan berpikirnya
2. COMPREHENSION
Mengukur :
• Cemmon sence (akal sehat) & reasoning (daya nalar)
• Ketepatan evaluasi Subjek terhadap pengalaman-pengalamannya
3. DIGIT SPAN
Mengukur :
• Immediate auditory recall
• Attention & freedom from distractability
• Skor tinggi : Penyesuaian yang cepat terhadap angka / fleksibel dalam beradaptasi
• Perbedaan antara forward & backward :
. Auditory memory lemah
. Anxiety
. Simple inattention
. Low mental capacity
4. ARITHMETIC
Mengukur :
• Pemikiran secara comprehensive terhadap konsep angka secara abstrak ( ” Cognitive development ” )
• Problem solving “set” yang
diikuti operasional angka (tambah, kurang, kali, bagi, dsb.)
• Konsentrasi Mental set
• Daya nalar
5. SIMILARITIES
Mengukur :
• Kemampuan dalam melihat persamaan & perbedaan objek
• Memory, comprehension, associative
• Conceptual judgement
6. VOCABULARY
Merupakan :
• Pengukuran yang paling baik untuk Inteligensi umum (G-factor)
• Me-refleksi-kan penguasaan kata-kata melalui deskripsi individu yang juga mempergunakan kata-kata
• Dipengaruhi :
. Gagasan / Ide
. Assosiasi
. Perasaan
7. PICTURE ARRANGEMENT
Mengukur :
• Visual perception
• Pendekatan sintesis melalui planning
• Kemampuan melihat sebab-akibat yang ada
• Memahami dan menyelesaikan situasi sosial
8. PICTURE COMPLETION
Mengukur :
• The individual’s basic perceptual and conceptual abilities in so far as these are involved in the visual recognition and identification of familiar objects and forms
• Untuk mampu melihat, individu perlu tahu sebelumnya gambar itu memuat / menyajikan apa saja
• Yang penting : Hal “essential”, baik untuk bentuk ataupun fungsi
• Kemampuan individu untuk membedakan antara bagian yang penting dari bagian yang kurang (tidak) penting
• Juga keluasan pengetahuan umum, namun secara non-verbal (dapat dibandingkan dengan subtes-subtes Information &
Vocabulary
• Ada peranan perbedaan jenis kelamin.
Menurut Wechsler :
Pria sering gagal dalam menemukan alis yang hilang, pada gambar profil gadis (item 14).
Wanita sering gagal dalam menemukan draad pada gambar bola lampu (item 13)
9) BLOCK DESIGN
Mengukur :
• Intelectual functioning dalam problem solving
• Kemampuan analisis & synthesis
• Mengukur pula :
- Kreativitas
- Level of the analysis of spatial relations
- Aplikasi logika
- Perencanaan berpikir :
- Trial & Error ?
- Terrencana ? ( dengan insight ? )
10) OBJECT ASSEMBLY
Mengukur :
• Visual analysis yang dikoordinasikan dengan kemampuan meng-organisir
• Bagaimana efisiensi Subjek dalam menilai bagian
• Kreativitas dalam menyusun bagian
( Part ) menjadi objek (keseluruhan) ( Whole )
Koordinasi Visual Motoric
11). DIGIT SYMBOL
Mengukur :
• Kemampuan mempelajari tugas-tugas yang tidak familiar
• Visual-Motor dexterity
• Speed of Performance
• Berpikir assosiatif & berpikir fleksibel
• Konsentrasi
IX
TES PROYEKSI
Oleh : Dr. Hj. Rismiyati E. Koesma dan Tim
1. TES GRAFIS SEBAGAI ALAT PSIKODIAGNOSTIK
Pendekatan dalam teknik Pemeriksaan Psikologi
• Tehnik proyeksi
Dasar : Teori Psikoanalisa
Testee dijaring dengan :
o Tehnik asosiasi (Rorschach)
o Tehnik konstruktif (TAT)
o Completion technique (SSCT)
o Choice and ordering technique
o Expressive technique (tes grafis)
Definisi Proyeksi menurut Rappaport
“Every reaction of subyect is a reflection or projection of his private world”
Artinya semakin proyektif pernyattan subhek maka semakin jelas “his private world” dan semakin mudah diinterpretasikan kepribadiannya.
Konsekuensinya
• Dalam tes proyeksi yang kita jarring adalah primary thingking bukan secondary thingking
• Tercermin dalam instuksi tes yang tidak boleh m,engandung sugesti
• Selama mengerjakan tes subyek tidak paham akan penilaian dalam tes, sehingga ia semakin banyak mengungkapkan kepribadian secara tidak sadar
• Tema proyeksi sifatnya menantang artinya kondisi psikologis digiatkan namun tidak bias secara merata terungkap dalam setiap tes proyeksi
• Proyeksi mula-mula dibuka tabirnya melalui filter yaitu tema proyeksi, kemudian dari hasil tes proyeksi diinterpretasikan melalui cirri-ciri proyeksi (khususdalam tes grafis, diteliti melalui cirri-ciri grafisnya)
Karya Grafis
Coretan, tulisan tangan, gambar dan lukisan yang digarap dan dihasilkan manusia atas dasar intensionalitas maupun akibat pengaruh tak sadar terhadap dirinya
Definisi kerja
- Dokumentasi / informasi dua dimensi dari gerakan motorik
- Bahan dan alat (cirri budaya)
- Hasil berupa gestalt → makna ekspresif, komunikatif simbolis – informatif
Tuntutan Fungsi-fungsi
• Persepsi dan impresi……….introversi
• Unsur sadar………………….tidak sadar
• Gerakan motorik…………….dengan / tidak ada tujuan
• Ekspresi gestalt
• Proyeksi diri…………………..dalam dimensi ruang waktu
Interpretasi
Cara Kerja
Bentuk Makna
Karya Grafis
Kepribadian
Struktur Dinamika
Bentuk, makna, cara :
• Elemen gerak
• Elemen ruang
• Elemen bentuk
• Elemen warna
• Elemen konten
TES DAM
MaterI tes: kertas putih dan pensil HB.
Instruksi: Subyek diinstruksikan untuk menuliskan identitas terlebih dahulu.
Instruksi untuk tes ini: “Gambarlah orang”.
Setelah subjek selesai menggambar, instruksi selanjutnya adalah:
1. Siapa orang yang subyek gambar?
2. Apa hubungannya dengan subyek?
3. Berapa usianya?
4. Aktivitas apa yang sedang dilakukan orang dalam gambar tersebut?
5. Sebutkan minimal 3 sifat baik dan 3 sifat buruk dari orang yang digambar tersebut!
• Subjek diminta untuk mengambil sehelai kertas kosong, mengisi identitas, dan menggambar orang dengan jenis kelamin berbeda dengan gambar yang dikerjakan sebelumnya. Setelah subjek selesai menggambar, kembali diinstruksikan point 1 hingga 5.
TES BAUM
Material tes: kertas putih dan pensil HB.
Instruksi: awalnya subYek diinstruksikan untuk menuliskan identitas terlebih dahulu. Instruksi tes ini: “Gambarlah sebuah pohon”. Apabila subjek menanyakan jenis pohon yang boleh digambar, tester menjawabnya dengan kata terserah. Setelah selesai menggambar, instruksi terakhir adalah menuliskan nama pohon yang telah digambar.
Tes WZT
Peralatan: lembar tes wartegg, pensil HB, penghapus. Instruksi tes: “Pada kertas ini Saudara lihat ada 8 buah kotak. Di dalam setiap kotak terdapat tanda yang kecil. Tanda-tanda ini tidak mempunyai arti khusus, mereka hanya merupakan bagian dari gambar yang akan atau harus Saudara buat nanti dalam tiap kotak. Saudara boleh menggambar apa saja dan mulai dari kotak mana saja. Saudara tidak perlu mengikuti urutan kotak-kotak seperti pada kertas ini, tetapi saudara diminta untuk memberi nomor urut pada gambar-gambar yang saudara buat sesuai dengan urutan saudara menggambar, yang mana yang saudara buat pertama, kedua, dan seterusnya. Waktu untuk menggambar tidak terbatas. Saudara boleh menggunakan penghapus, tetapi kertas tidak boleh dibalik.”
Setelah subjek selesai menggambar, subjek dminta memberikan nama/judul gambar-gambar yang dibuatnya pada bagian yang putih. Setelah itu, subjek diminta menuliskan tanda-tanda di samping nomor urut sebagai berikut:
• Tuliskan huruf M di samping no. urut gambar yang menurut saudara paling mudah diselesaikan
• Tuliskan huruf S di samping no. urut gambar yang menurut saudara paling sukar diselesaikan
• Tuliskan tanda + disamping no. urut gambar yang paling saudara sukai
• Tuliskan tanda – disamping no. urut gambar yang paling tidak saudara sukai
X
TES PAULI
Oleh : Dr. Ahmad Gimmy Prathama S.,M.Si dan Tim
INSTRUKSI TES PAULI
1. Di hadapan Anda ada lembaran dengan angka-angka tersusun dari atas ke bawah dalam lajur berjajaran dari kiri ke kanan.
2. Di mulain dengan lajur paling kiri, tugas Anda ialah menjumlahkan tiap angka dengan angka di bawahnya, dengan demikian tiap angka digunakan dua kali dalam penjumlahan, terkecuali angka teratas dan terbawah.
3. Tuliskanlah hasilnya di samping kanan ruang antara dua angka yang bersangkutan, tuliskanlah angka satuannya saja (contoh!)
4. Bila di rasa salah menuliskan hasilnya – jangan dihapus! Coretlah angka tersebut, tuliskanlah angka yang di rasa benar di kanannya.
5. Pada saat-saat tertentu Anda akan mendengar aba-aba “garis”/”strip” – buatlah saat itu juga garis/strip tepat di bawah hasil penjumlahan terakhir (contoh!), dan teruslah menjumlahkan tanpa tunggu aba-aba lagi.
6a. Kerjakanlah angka demi angka, selesaikanlah lajur demi lajur (ulangi : “lajur demi lajur”), dari yang paling kiri sampai dengan yang paling kanan.
6b. Selesai satu halaman, lanjutkan ke halaman baliknya dengan cara membalik demikian (contoh!)
6c. Bila lembar tes perlu tambah – acungkan tangan jelang habis!
7. Bila ada lajur yang terlewat – jangan bingung! Teruslah ke lajur berikutnya, jangan kembali ke lajur yang terlewat (ulangi : “jangan kembali ke lajur yang terlewat”)
Paham semua? Ada pertanyaan?
Kalau tidak ada – tunggu aba-aba,
kita mulai bersama-sama !
8. Kerjakanlah sebaik-baiknya!
Kerjakanlah secepat-cepatnya!
Usahakan jangan membuat salah !
Bersiap-siap – awas – Ya!!!
Jumlah Salah Dibetulkan Penyimpangan Tinggi Temp. Puncak
>3300 <0.5% <0.6% 2.6-3% 47-58 16,17,18
2350-3300 0.6-1.6% 0.7-2% 3.1%-4% 36-46 13,14,15
<2350 >1.6% >2.1% >4%
<2.5% <35
>59 <12
>19
- Simpangan adalah sumber energi
- Ada 2 aspek yang bisa digali oleh tes pauli:
• Prestasi: angka-angka, jumlah
• Kepribadian: grafik, puncak, tinggi, simpangan
Cara Membuat laporan pauli
1. Tetapkan taraf Pauli
2. Hasil awal:
3. Penurunan awal/Titik balik (hasil awal sampai titik terendah)
4. Salah /Dibetulkan
5. Simpangan
6. Tanjakan
7. Titik Puncak
8. Berbagai kombinasi:
Taraf PAULI + HA + PA + Sim + TA
• WILHELM WUNDT (Leipzig) – fisiolog, terkesan metoda IPA (observasi, eksperimen)
• 1875 Laborat. Lit. Psi. (pertama di dunia)
• 1888 (Jan) A(nton) OEHRN (murid Kraeplin)
o Bilangan tunggal dijumlah terusan sampai jumlah 100 lalu balik ke 0 selama 2 jam diseling bunyi gong tiap 5″.
o Tujuan : cari perbedaan individual
o Hasil : 3050 ± 538 / jam
o Peserta : E. Kraeplin & murid-muridnya
o Berkembang : “ARBEITSPROBE” (penggal/contoh/sampel kerja) cermin kegiatan kerja
Tahun 1936 Prosedur dibakukan : RICHARD PAULI
• Lembar Tes
• Lembar Grafik
• Instruksi Tes
• Lama Tes (durasi)
• Norma (usia, pendidikan, jenis kelamin)
Sejak R. Pauli (Maret 1951+) berangsur-angsur disebut Tes Pauli
youtube
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......................
saaaaaaaaaaaa
Posting Komentar